• Wed. Oct 20th, 2021

Tantangan Guru PJOK Masa Kini Menghadapi Distrupsi Digital di Era Pandemi Covid-19

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) merupakan suatu proses pembelajaran melalui aktivitas gerak yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan gerak, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif dan kecerdasan emosi. Faktanya PJOK di sekolah merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari pendidikan secara umum, yang membantu para siswa untuk dapat menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan secara optimal baik fisik, motorik, mental, sosial dan emosional.

Pada pertengahan Maret 2020 corona virus disease (Covid-19) mewabah di Indonesia dan sebagian besar negara-negara di dunia. Pemerintah pun mengambil tindakan untuk melakukan pembatasan-pembatasan fisik guna mencegah penularan Covid-19 menjadi lebih massive. Tempat umum dan perkantoran sebagian ditutup, aktifitas sosial masyarakat dibatasi tak terkecuali kegiatan operasional pendidikan. Diberlakukannya kebijakan bekerja dan belajar dari rumah (BDR) / work from home (WFH) menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan dunia pendidikan, khususnya bagi siswa dan guru. Siswa dan guru dipaksa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) mengikuti protokol kesehatan yang diberlakukan sejak Maret 2020 yakni dengan menyelenggarakan KBM dari rumah masing-masing.

Perubahan yang cukup drastis dalam pelaksanaan KBM di sekolah menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pendidik, tak terkecuali guru PJOK. Setiap guru dipaksa memutar otak, mecari jalan keluar dan solusi supaya penyebaran covid-19 tidak meluas di lingkungan pendidikan / sekolah, serta sasaran dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tanggungjawab serta peran guru PJOK dalam mewujudkan tujuan pendidikan secara umum benar-benar sedang diuji selama masa pandemi covid-19, apakah guru PJOK sebagai seorang tenaga pendidik professional mampu menjawab tantangan ini?

Untuk menjawab tantangan yang ada di masa pandemi covid-19 ini, perlu kiranya kita memahami bahwa cakupan PJOK itu sangatlah luas. Pola pembelajaran PJOK dapat dilakukan dimana saja, artinya KBM PJOK tidak terbatas baik dari segi tempat maupun pemenuhan sarana prasarana. Dari sisi waktu pelaksanaanyapun KBM PJOK lebih fleksibel karena dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Selama masa pandemi Covid-19 serta diikuti dengan distrupsi digital menuju Industri 4.0 dan tuntutan pembelajaran Abad 21, saya sebagai guru PJOK merasa tertantang untuk melakukan terobosan dan inovasi khususnya dalam pembelajaran PJOK. Terobosan yang saya lakukan tentu saja memadukan antara proses pembelajaran PJOK dengan dunia digital.

Tuntutan pembelajaran abad 21 yang dipadukan dengan kurikulum 2013 dimana elemennya terdiri dari Creativity and Innovation, Collaboration, Communication, Critical Thinking and Problem Solving, menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mebuat sebuah inovasi dalam pembelajaran PJOK di masa pademi covid-19.

Model pembelajaran campuran / blended learning menjadi sebuah inovasi di dalam dunia pendidikan khususnya dalam menghadapi kondisi pandemic covid-19 yang belum berkesudahan. Teknik pembelajaran yang memadukan antara pembelajaran daring (online method) melalui platform digital dengan pembelajaran praktik PJOK, setidaknya dapat membantu para guru dalam melakukan proses pembelajaran kepada siswanya pada masa pandemi covid-19.

Ada banyak platform digital dan aplikasi yang dapat gunakan untuk meakukan pembelajaran secara daring / online seperti, Google Classroom, Google Form, Hot Potatoes, Comic life, Quizizz, Youtube, dll. Di SMA Negeri 1 Bandar Lampung, yakni instansi dimana saya bertugas seluruh platform digital dan aplikasi tersebut telah di integrasikan dalam sebuat Learning Management System / LMS, sehingga pemanfaatanya menjadi lebih mudah dan efisien.

Bagaimana pemanfaatan platform digital dan aplikasi tersebut dalam pembelajaran PJOK? Tuntutan guru PJOK yang paling utama adalah bagaimana membuat para siswanya bugar. Dalam hal ini yang saya lakukan adalah membuat konten pembelajaran menggunakan media video. Video tersebut lalu saya unggah pada aplikasi Youtube, dan selanjutnya saya bagikan kepada siswa melalui LMS yang telah disediakan oleh sekolah. Siswa diminta untuk mengamati materi praktik yang saya sajikan melali video dan selanjutnya saya minta setiap siswa untuk mempraktikanya di rumah masing-masing. Dengan mempraktikanya di rumah masing-masing tentunya kualitas kebugaran siswa tetap terjaga dalam meghadapi pandemi covid-19.

Dalam pembuatan konten video praktik tersebut, saya melibatkan beberapa siswa yang cakap dalam meberikan contoh gerakan praktik sesuai dengan materi yang akan saya sajikan. Melaui video tersebut siswa dapat lebih memahami bentuk-bentuk gerakan praktik dalam pembelajaran PJOK sehingga dapat mempraktikanya di rumah masing-masing. Apabila siswa belum paham dan kurang jelas dengan contoh gerakan yang diberikan, siswa tentunya dapat memutar kembali video yang disajikan sesuai dengan kebutuhan dan pemahaman siswa masing-masing.

Sebagai bahan evaluasi dan penilaian, saya memberikan tugas kepada siswa untuk mendokumentasikan secara visual aktifitas fisik yang dilakukanya selama di rumah, merujuk pada video pembelajaran yang saya berikan. Siswa ditugaskan untuk merekam dan mengunggah video aktifitas fisiknya selama di rumah, dan menyerahkan hasilnya melalui LMS yang disediakan oleh sekolah. Saya cukup takjub dan senang melihat hasil karya siswa-siswi saya. Mereka ada yang menambahkan back sound dan efek transisi pada hasil rekaman tugas, sehingga sangat menarik untuk dilihat. Diantara siswa-siswi saya ada yang membagikan kontent video karya mereka pada akun sosial medianya masing-masing, disertai dengan caption ajakan untuk selalu menjaga kebugaran selama masa pandemi covid-19.

Keterbatasan di masa pandemi covid-19 ini bukan pula menjadi batasan bagi kita selaku pendidik untuk terus berinovasi dalam mencapai tujuan pendidikan. Sebagai pendidik profesonal kita dituntut untuk tangguh dalam menghadapi tantangan dan jeli dalam mencari peluang dan solusi. Rasa ingin tahu yang tinggi dalam belajar, serta kemauan untuk selalu self improvement adalah kunci keberhasilan guru dalam mencapai profesionalitas dalam karirnya. Apabila seluruh guru mampu mencapai profesionalitasnya secara paripurna maka kualitas pendidikan di Indonesia akan meningkat dengan sendirinya.

Regard,

Andre Hari Wibowo

Guru PJOK – SMAN 1 BANDAR LAMPUNG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *